Sabtu, 15 November 2014

POLA GILIR DALAM BERKOMUNIKASI

      Kali ini admin share tentang materi Bahasa Indonesia waktu dulu admin sekolah di salah satu SMK di daerah Brebes, materi kali ini admin mau ngeshare tentang Pola gilir dalam berkomunikasi, langsung aja ini dia materinya, cekidot ^_^

A.      POLA GILIR DALAM BERKOMUNIKASI
Menurut KBBI, gilir berarti pertukaran (pergantian) dengan teratur (tentang sesuatuyang beredar atau yang berlaku berganti-ganti). Komunikasi dengan pola gilir adalah berkomunikasi secara teratur dengan cara bergantian.


Dalam berkomunikasi yang baik seseorang dituntut untuk mempertimbangkan situasi berbicara. Situasi resmi tertentu berbeda dengan situasi tidak resmi. Pembicaraan pada situasi resmi cenderung menggunakan kata, bentuk kata, serta ungkapan yang baku. Pada situasi santai atau akrab, seseorang lebih bebas memilih kata dan bentuknya daripada saat situasi resmiatau formal. Namun dalam komunikasi baku maupun tidak baku, berkomunikasi haruslahefektif dan lancar. Komunikasi harus berjalan dua arah (ada yang mendengarkan dan ada yang berbicara).
Sikap yang perlu dilakukan dalam pola gilirdi antaranya:
-          Menghargai mitra bicara, jika tidak ada keserasian ide maka mencari solusi hingga ada kesepakatan.
-          Santun dalam menyampaikan gagasan atau pesan.
-          Peka terhadap kesepakatan.
-          Berbicara hal-hal yang penting dengan kalimat yang logis.
-          Pesan yang disampaikan berhubungan dengan pokok pembicaraan.

B.      Penerapan pola gilir  dalam bagai situasi

Menerapkan pola gilir komunikasi dapat terjadi pada situasi-situasi berikut :
1.       Diskusi kelompok/tanya jawab/debat.
2.       Pementasan drama/teater/ bermain sinetron.
3.       Membawakan acara.
4.       Percakapan dalam kehidupan sehari-hari.

1.       Penerapan pola gilir dalam diskusi
Penerapan pola gilir dalam diskusi sangat bermanfaat untuk kelancaran dalam diskusi. Diskusi adalah salah satu bentuk tukar pikiran dalam musyawarah.
Dalam mengungkapkan pendapat pada suatu diskusi harus menerapkan pola gilir, artinya ide, pendapat, atau informasi itu disampaikan pada kesempatan yang diberikan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan pola gilir dalam diskusi :
a.       Menghargai orang bicara.
b.      Peka terhadap kesempatan.
c.       Relevan terhadap topik pembicaraan.
d.      Santun dalam berbahasa.

Untuk dapat memahami pola gilir berkomunikasi, kita harus memahami lebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan diskusi, antara lain :
        I.            Unsur-unsur diskusi.
a.       Pemimpin/moderator.
Bertugas merencanakan dan mempersiapkan dengan teliti topik diskusi, membuka diskusi, mengatur jalannya diskusi serta menutup diskusi.
b.      Sekretaris.
Bertugas mencatat jalanya diskusi masalah-masalah yang dilakukan peserta, saran maupun jawaban penyaji di awal sampai akhir.


c.       Penyaji.
Bertugas menyampaikan pembahasan dan sistematis mudah di pahami tidak menyinggung peserta, terbuka dan bersifat  objektif dalam meninjau suatu persoalan.
d.      Peserta diskusi.
Bertugas menanggapi dan memberi masukan.
      II.            Jenis-jenis diskusi :
Berdasarkan ruang lingkupnya, diskusi dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :
a.       Rapat.
b.      Musyawarah.
c.       Konfrensi.
d.      Kongres.
e.      Seminar.
f.        Diskusi kelompok.
g.       Diskusi panel.
h.      Simposium.
i.         Lokakarya.
j.        Sarasehan.
    III.            Tahapan-tahapan diskusi.
Ada dua tahapan dalam diskusi, antara lain :
1)      Tahap persiapan.
a.       Dilakukan dengan tujuan memperoleh kesepakatan mengenai hal yang akan di bicarakan.
b.      Membagikan tugas kepada para calon pembicara/penyaji jika pembicara lebih dari satu.
2)      Tahap pelaksanaan.
a.       Pembukaan
b.      Pelaksanaan diskusi.
c.       Acara tanya jawab.
d.      Penutup.

2.       Penerapan pola gilir dalam pementasan drama
Telah disebutkan bahwa drama adalah salah satu bentuk komunikasi yang menerapkan pola gilir.
Naskah drama dipesiapkan dalamsebelum drama diperankan atau dipentaskan. Drama adalah karangan berupa dialog dan gerak yang dipertunjukan di atas pentas. Drama bertujuan menggambarkan kehidupan dengan mengemukakan pertikaian dan emosi melalui lakuan dan dialog.

Drama mengandung nilai-nilai, seperti nilai kemanusian, keagamaan, sosial, dan lain-lain. Naskah drama dapat dikategorikan sebagai karangan prosa berbentuk narasi. Sebab, penyajian drama dilakukan dengan teknik cerita atau dialog antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain.

Untuk dapat memahami pola gilir dalam drama, kita harus memahami hal-hal yang berkaitan dengan drama, antara lain :
-          Unsur-unsur Drama.
Ada lima unsur yang terdapat dalam drama, yaitu :
1.       Babak dan adegan.
2.       Dialog
3.       Petunjuk pengarang.
4.       Prolog.
5.       Epilog.

3.       Penerapan pola gilir dalam membawakan acara
Untuk acara hiburan yang cukup banyak dan panjang, biasanyadipandu oleh dua orang MC atau pembawa acara. Kedua pembawa acara tersebut saling bergantian berbicara mengantarkan setiap acara yang akan dipertunjukan dan mengomentarinya. Dalam memberikan pengantar atau komentar, dapt diterapkan pola gilir agar tak terjadi saling ingin berbicara dan mendominasi.

4.       PENERAPAN POLA GILIR DALAM PERCAKAPAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Percakapan akan berjalan dengan lancar karena orang yang terlibat dalam percakapan tersebut menerapkan pola gilir dan menggunakan kata, bentuk kata, dan ungkapan yang santun.

Percakapan dapat terbentuk dalam situasi formal dan nonformal. Percakapan dalam situasi formal menggunakan ragam bahasa resmi dan percakapan dalam situasi nonformal menggunakan ragam bahsa santai.

Hal-hal yang harus diperhatikan sewaktu bercakap-cakap :
1.       Dengan siapa kita bercakap-cakap?
2.       Dalam situasi apa kita bercakap-cakap?
3.       Apakah topik/tema yang kita perbincangkan?


Tidak ada komentar :

Posting Komentar