Kali ini admin share tentang materi Bahasa Indonesia waktu dulu admin sekolah di salah satu SMK di daerah Brebes, materi kali ini admin mau ngeshare tentang Pola gilir dalam berkomunikasi, langsung aja ini dia materinya, cekidot ^_^
A. POLA GILIR DALAM BERKOMUNIKASI
Menurut KBBI, gilir
berarti pertukaran (pergantian) dengan teratur (tentang sesuatuyang beredar
atau yang berlaku berganti-ganti). Komunikasi dengan pola gilir adalah
berkomunikasi secara teratur dengan cara bergantian.
Dalam berkomunikasi yang
baik seseorang dituntut untuk mempertimbangkan situasi berbicara. Situasi resmi
tertentu berbeda dengan situasi tidak resmi. Pembicaraan pada situasi resmi
cenderung menggunakan kata, bentuk kata, serta ungkapan yang baku. Pada situasi
santai atau akrab, seseorang lebih bebas memilih kata dan bentuknya daripada
saat situasi resmiatau formal. Namun dalam komunikasi baku maupun tidak baku,
berkomunikasi haruslahefektif dan lancar. Komunikasi harus berjalan dua arah
(ada yang mendengarkan dan ada yang berbicara).
Sikap yang perlu dilakukan
dalam pola gilirdi antaranya:
-
Menghargai mitra
bicara, jika tidak ada keserasian ide maka mencari solusi hingga ada
kesepakatan.
-
Santun dalam
menyampaikan gagasan atau pesan.
-
Peka terhadap
kesepakatan.
-
Berbicara hal-hal
yang penting dengan kalimat yang logis.
-
Pesan yang
disampaikan berhubungan dengan pokok pembicaraan.
B. Penerapan pola gilir dalam bagai situasi
Menerapkan pola gilir komunikasi dapat terjadi pada
situasi-situasi berikut :
1. Diskusi
kelompok/tanya jawab/debat.
2. Pementasan
drama/teater/ bermain sinetron.
3. Membawakan
acara.
4. Percakapan
dalam kehidupan sehari-hari.
1. Penerapan
pola gilir dalam diskusi
Penerapan pola gilir dalam diskusi sangat bermanfaat
untuk kelancaran dalam diskusi. Diskusi adalah salah satu bentuk tukar pikiran
dalam musyawarah.
Dalam mengungkapkan pendapat pada suatu diskusi harus
menerapkan pola gilir, artinya ide, pendapat, atau informasi itu disampaikan
pada kesempatan yang diberikan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan pola
gilir dalam diskusi :
a. Menghargai
orang bicara.
b. Peka
terhadap kesempatan.
c. Relevan
terhadap topik pembicaraan.
d. Santun
dalam berbahasa.
Untuk dapat memahami pola gilir berkomunikasi, kita harus
memahami lebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan diskusi, antara
lain :
I.
Unsur-unsur diskusi.
a. Pemimpin/moderator.
Bertugas merencanakan dan
mempersiapkan dengan teliti topik diskusi, membuka diskusi, mengatur jalannya
diskusi serta menutup diskusi.
b. Sekretaris.
Bertugas mencatat jalanya
diskusi masalah-masalah yang dilakukan peserta, saran maupun jawaban penyaji di
awal sampai akhir.
c. Penyaji.
Bertugas menyampaikan
pembahasan dan sistematis mudah di pahami tidak menyinggung peserta, terbuka
dan bersifat objektif dalam meninjau
suatu persoalan.
d. Peserta
diskusi.
Bertugas menanggapi dan
memberi masukan.
II.
Jenis-jenis diskusi :
Berdasarkan ruang lingkupnya,
diskusi dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :
a. Rapat.
b. Musyawarah.
c. Konfrensi.
d. Kongres.
e. Seminar.
f.
Diskusi kelompok.
g. Diskusi
panel.
h. Simposium.
i.
Lokakarya.
j.
Sarasehan.
III.
Tahapan-tahapan diskusi.
Ada dua tahapan dalam diskusi,
antara lain :
1) Tahap
persiapan.
a. Dilakukan
dengan tujuan memperoleh kesepakatan mengenai hal yang akan di bicarakan.
b. Membagikan
tugas kepada para calon pembicara/penyaji jika pembicara lebih dari satu.
2) Tahap
pelaksanaan.
a. Pembukaan
b. Pelaksanaan
diskusi.
c. Acara
tanya jawab.
d. Penutup.
2. Penerapan
pola gilir dalam pementasan drama
Telah disebutkan bahwa drama adalah salah satu bentuk
komunikasi yang menerapkan pola gilir.
Naskah drama dipesiapkan dalamsebelum drama diperankan
atau dipentaskan. Drama adalah karangan berupa dialog dan gerak yang
dipertunjukan di atas pentas. Drama bertujuan menggambarkan kehidupan dengan
mengemukakan pertikaian dan emosi melalui lakuan dan dialog.
Drama mengandung nilai-nilai, seperti nilai kemanusian,
keagamaan, sosial, dan lain-lain. Naskah drama dapat dikategorikan sebagai
karangan prosa berbentuk narasi. Sebab, penyajian drama dilakukan dengan teknik
cerita atau dialog antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain.
Untuk dapat memahami pola gilir dalam drama, kita harus
memahami hal-hal yang berkaitan dengan drama, antara lain :
-
Unsur-unsur Drama.
Ada lima unsur yang terdapat
dalam drama, yaitu :
1. Babak
dan adegan.
2. Dialog
3. Petunjuk
pengarang.
4. Prolog.
5. Epilog.
3. Penerapan
pola gilir dalam membawakan acara
Untuk acara hiburan yang cukup banyak dan panjang,
biasanyadipandu oleh dua orang MC atau pembawa acara. Kedua pembawa acara
tersebut saling bergantian berbicara mengantarkan setiap acara yang akan
dipertunjukan dan mengomentarinya. Dalam memberikan pengantar atau komentar,
dapt diterapkan pola gilir agar tak terjadi saling ingin berbicara dan
mendominasi.
4. PENERAPAN
POLA GILIR DALAM PERCAKAPAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Percakapan akan berjalan dengan lancar karena orang yang
terlibat dalam percakapan tersebut menerapkan pola gilir dan menggunakan kata,
bentuk kata, dan ungkapan yang santun.
Percakapan dapat terbentuk dalam situasi formal dan
nonformal. Percakapan dalam situasi formal menggunakan ragam bahasa resmi dan
percakapan dalam situasi nonformal menggunakan ragam bahsa santai.
Hal-hal yang harus diperhatikan sewaktu bercakap-cakap :
1. Dengan
siapa kita bercakap-cakap?
2. Dalam
situasi apa kita bercakap-cakap?
3. Apakah
topik/tema yang kita perbincangkan?
Tidak ada komentar :
Posting Komentar